Langsung ke konten utama

TUGAS 14 TERSTRUKTUR: DIAH RESTI ASTUTI E07

 

LAPORAN OBSERVASI PENERAPAN GOOD GOVERNANCE

PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN, JAKARTA BARAT

NAMA: DIAH RESTI ASTUTI E07

NIM: 43125010204

BAB I: PENDAHULUAN

Pelayanan publik merupakan salah satu wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan prinsip Good Governance sangat dibutuhkan agar pelayanan yang diberikan berjalan secara transparan, adil, dan bertanggung jawab.

Puskesmas Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi observasi karena lokasinya mudah dijangkau dan ramai dikunjungi masyarakat. Berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan, Puskesmas Kembangan melayani berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat, seperti pemeriksaan umum, pelayanan gigi, KIA, serta layanan administrasi kesehatan. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung bagaimana penerapan prinsip-prinsip Good Governance dalam praktik pelayanan sehari-hari.

BAB II: KAJIAN TEORI

Good Governance merupakan konsep tata kelola pemerintahan yang baik, yang menekankan pada proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik. Prinsip ini bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pelayanan publik harus diselenggarakan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsivitas, efisiensi, efektivitas, serta keadilan dan non-diskriminasi. Pelayanan publik yang prima ditandai dengan adanya kejelasan prosedur, biaya, waktu pelayanan, serta adanya mekanisme pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat.

BAB III: METODE OBSERVASI

Observasi dilakukan secara langsung di Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Kegiatan observasi dilaksanakan dengan mengamati proses pelayanan dari pasien datang hingga menerima layanan.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap alur pelayanan, kondisi ruang tunggu, loket pendaftaran, serta interaksi antara petugas dan pasien. Selain itu, wawancara singkat dilakukan dengan beberapa pengunjung puskesmas dan petugas pelayanan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kualitas pelayanan. Studi dokumentasi juga dilakukan dengan mengamati papan pengumuman, banner tarif layanan, dan informasi pelayanan yang terpasang di lingkungan puskesmas.

BAB IV: PEMBAHASAN

1. Transparansi

Berdasarkan hasil observasi langsung, Puskesmas Kecamatan Kembangan telah menerapkan prinsip transparansi dengan menyediakan informasi pelayanan secara terbuka. Informasi mengenai jenis layanan, alur pelayanan, dan tarif layanan ditampilkan melalui papan pengumuman dan banner yang mudah dilihat oleh masyarakat. Hal ini memudahkan pasien untuk mengetahui prosedur dan biaya yang harus dikeluarkan sebelum menerima pelayanan.

2. Akuntabilitas

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Puskesmas Kembangan memiliki petugas yang jelas tugas dan tanggung jawabnya pada setiap loket pelayanan. Tersedia pula mekanisme pengaduan masyarakat, baik secara langsung melalui petugas maupun melalui media pengaduan yang disediakan. Hal ini menunjukkan adanya upaya pertanggungjawaban atas pelayanan yang diberikan.

3. Responsivitas

Hasil observasi menunjukkan bahwa petugas puskesmas umumnya melayani pasien dengan cukup cepat dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Petugas juga bersedia memberikan penjelasan apabila pasien mengalami kebingungan terkait prosedur pelayanan. Namun, pada jam-jam tertentu dengan jumlah pasien yang tinggi, waktu tunggu pelayanan masih terasa cukup lama.

4. Efisiensi dan Efektivitas

Berdasarkan pengamatan langsung, pelayanan di Puskesmas Kembangan telah berjalan cukup efisien dengan alur pelayanan yang terstruktur. Masyarakat diarahkan untuk mengikuti tahapan pelayanan yang jelas sehingga mengurangi kebingungan. Meskipun demikian, antrean panjang pada waktu tertentu masih menjadi kendala yang mempengaruhi efektivitas pelayanan.

5. Keadilan dan Inklusivitas

Dari hasil observasi, Puskesmas Kembangan memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Selain itu, tersedia fasilitas pendukung seperti ruang tunggu yang memadai serta prioritas pelayanan bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, yang mencerminkan prinsip keadilan dan inklusivitas.

BAB V: PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi langsung di lapangan, Puskesmas Kecamatan Kembangan telah menerapkan sebagian besar prinsip Good Governance dalam pelaksanaan pelayanan publik. Transparansi informasi, sikap petugas yang cukup responsif, serta upaya memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat sudah terlihat dengan baik.

Rekomendasi

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Puskesmas Kecamatan Kembangan disarankan untuk menambah jumlah petugas atau mengoptimalkan sistem antrean pada jam sibuk agar waktu tunggu dapat dikurangi. Selain itu, sosialisasi informasi pelayanan secara digital juga dapat ditingkatkan agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi sebelum datang ke puskesmas.

 

WAWANCARA SINGKAT

Wawancara singkat dilakukan secara langsung di lingkungan Puskesmas Kecamatan Kembangan dengan beberapa masyarakat pengguna layanan dan salah satu petugas puskesmas. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat, diketahui bahwa sebagian besar pengguna layanan menilai pelayanan di Puskesmas Kembangan sudah cukup baik. Masyarakat menyampaikan bahwa petugas bersikap ramah dan cukup membantu, terutama dalam memberikan arahan terkait alur pelayanan. Informasi mengenai tarif dan jenis layanan juga dinilai cukup jelas karena terpampang pada papan pengumuman dan banner di area pelayanan.

Namun demikian, beberapa masyarakat juga menyampaikan adanya kendala berupa waktu antrean yang cukup lama, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari. Hal ini dirasakan cukup melelahkan, meskipun masyarakat memahami bahwa jumlah pasien yang datang cukup banyak setiap harinya.

Sementara itu, hasil wawancara singkat dengan petugas puskesmas menunjukkan bahwa petugas berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin sesuai dengan prosedur yang berlaku. Petugas menyampaikan bahwa tingginya jumlah pasien menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari. Meskipun demikian, pihak puskesmas terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap sesuai dengan prinsip pelayanan publik dan Good Governance.

 


 Contoh Pelayanan






Ruang Tunggu







Papan Tarif









Website Puskesmas Kembangan

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS MANDIRI 01: DIAH RESTI ASTUTI E07

  Mata Kuliah:  Pendidikan Kewarganegaraan  Topik Refleksi:  Sikap sebagai Warga Negara dalam Konteks Kampus  Nama Mahasiswa:  Diah Resti Astuti NIM:  43125010204  Tanggal: 19 September 2025 Pemahaman Konsep Jelaskan secara singkat apa yang Anda pahami tentang konsep kewarganegaraan aktif dan bertanggung jawab. Contoh: Apa arti menjadi warga negara yang baik di lingkungan kampus? Jawab: Kewarganegaraan aktif dan bertanggung jawab adalah kesadaran yang tidak hanya memiliki status sebagai warga negara, melainkan berperan nyata dalam kehidupan bersama. Contoh pada saat di lingkungan kampus yaitu tampak dari sikap mahasiswa yang taat aturan, menghargai keberagaman, aktif kegiatan positif, dan menjaga fasilitas kampus. Mahasiswa yang baik juga berani dalam menyampaikan pendapat secaraa santun serta ikut menciptakan suasana belajar yang kondusif. Oleh karena itu, menjadi warga negara yang baik di kampus bukan hanya berprestasi dalam. Pengala...

TUGAS TERSTRUKTUR 01 : DIAH RESTI ASTUTI E07

  MENANAMKAN NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MAHASISWA   Diah Resti Astuti NIM: 43125010204   Abstrak Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa harus diinternalisasi dalam diri mahasiswa melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Di era digital dan globalisasi, mahasiswa menghadapi tantangan serius seperti krisis identitas, hoaks, dan pengaruh budaya asing. PKn di perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai mata kuliah wajib, tetapi juga sarana strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang demokratis, kritis, toleran, dan berjiwa kebangsaan. Agar efektif, PKn perlu dikembangkan dengan kurikulum relevan, metode kreatif, bahan ajar kontekstual, dosen kompeten, serta dukungan institusi dan regulasi pemerintah. Dengan langkah tersebut, nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar dihidupkan dalam sikap dan tindakan mahasiswa, sehingga melahirkan generasi cerdas sekaligus berkarakter kuat. Kata Kunci: Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, karakter...

TUGAS MANDIRI 02 : DIAH RESTI ASTUTI E07

    Studi Pustaka tentang Sistem Pemerintahan Berdasarkan UUD 1945 dan Literatur Ilmiah Diah Resti Astuti E07 PENDAHULUAN Latar Belakang Sistem pemerintahan di Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga kini terus mengalami perubahan. UUD 1945 berfungsi sebagai dasar utama dalam mengatur interaksi antar lembaga negara, distribusi kekuasaan, serta pelaksanaan kedaulatan rakyat. Walaupun secara teori Indonesia menganut sistem presidensial, praktik pemerintahan tetap memperlihatkan unsur parlementer, yang mengakibatkan perdebatan tentang konsistensi pelaksanaannya. Amandemen UUD 1945 antara tahun 1999–2002 menghadirkan perubahan besar bagi sistem pemerintahan, khususnya dengan peningkatan peran DPR, pembatasan periode jabatannya presiden, serta penguatan prinsip checks and balances . Transformasi ini tidak hanya menyesuaikan tata pemerintahan dengan kemajuan politik, tetapi juga mendorong terciptanya mekanisme demokrasi yang lebih transparan. Sebaliknya, penerapan asas demokrasi dan...