Langsung ke konten utama

TUGAS TERSTRUKTUR 12 - DIAH RESTI ASTUTI E07

 

Pengalaman Toleransi Antarwarga di Lingkungan Palapa 7

Diah Resti Astuti E07

A.    Pendahuluan

Saya tinggal di lingkungan Palapa 7, sebuah kawasan permukiman yang dihuni oleh warga dengan latar belakang agama dan kebiasaan yang beragam. Di lingkungan ini terdapat warga yang beragama Islam, Kristen, dan Katolik. Keberagaman tersebut membuat Palapa 7 menjadi tempat yang menarik untuk diamati, terutama dalam hal praktik toleransi antarwarga.

 

Menurut pemahaman saya, toleransi adalah sikap saling menghargai perbedaan, baik perbedaan agama, kebiasaan, maupun pandangan hidup, tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain. Toleransi bukan berarti mengubah keyakinan masing-masing, tetapi bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati. Melalui pengamatan langsung di lingkungan Palapa 7, saya mencoba merefleksikan bagaimana toleransi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

B.    Deskripsi Realita

Dalam kehidupan sehari-hari di Palapa 7, praktik toleransi dapat dilihat dari berbagai kegiatan warga. Salah satu contoh yang paling sering saya amati adalah saat perayaan hari besar keagamaan. Ketika bulan Ramadan tiba, warga yang tidak berpuasa menunjukkan sikap saling menghormati dengan tidak makan atau minum secara terang-terangan di lingkungan umum. Suasana lingkungan juga dijaga tetap tenang saat waktu salat dan kegiatan keagamaan berlangsung.

 

Saat Hari Raya Idulfitri, warga dari berbagai agama saling berkunjung untuk bersilaturahmi. Saya melihat banyak tetangga yang datang ke rumah warga muslim untuk mengucapkan selamat, meskipun mereka berbeda keyakinan. Hal ini menunjukkan adanya rasa kebersamaan dan saling menghargai sebagai sesama warga Palapa 7.

 

Sebaliknya, ketika perayaan Natal dan ibadah keagamaan umat Kristen berlangsung, warga muslim turut menjaga ketertiban lingkungan. Beberapa pemuda membantu mengatur parkir kendaraan agar kegiatan ibadah berjalan lancar. Saya mengamati bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan sukarela tanpa paksaan, yang menunjukkan adanya kesadaran bersama akan pentingnya toleransi.

 

Selain dalam perayaan keagamaan, toleransi juga terlihat dalam kegiatan kerja bakti lingkungan. Warga Palapa 7 rutin melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, memperbaiki saluran air, dan merapikan fasilitas umum. Dalam kegiatan ini, semua warga ikut berpartisipasi tanpa membedakan latar belakang agama. Saya melihat interaksi antarwarga berlangsung dengan santai dan penuh rasa kebersamaan.

 

Namun, saya juga menyadari bahwa masih ada beberapa tantangan kecil. Beberapa warga cenderung lebih sering berinteraksi dengan kelompok yang seagama atau sudah saling mengenal sejak lama. Meskipun tidak menimbulkan konflik, hal ini menunjukkan bahwa toleransi yang ada masih perlu terus dikembangkan agar hubungan antarwarga menjadi lebih dekat.

C.    Refleksi dan Analisis

Menurut refleksi saya, toleransi di lingkungan Palapa 7 dapat terjaga karena adanya kesadaran bahwa hidup bertetangga membutuhkan sikap saling menghormati. Warga menyadari bahwa perbedaan adalah hal yang tidak bisa dihindari, sehingga lebih memilih untuk menjaga keharmonisan daripada memperbesar perbedaan.

 

Faktor lain yang mendukung toleransi adalah adanya nilai kemanusiaan, seperti saling membantu dan peduli terhadap sesama. Dalam kondisi tertentu, seperti saat ada warga yang mengalami musibah, seluruh warga turut membantu tanpa melihat perbedaan agama. Hal ini memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan.

 

Selain itu, nilai kebangsaan juga berperan penting. Semangat persatuan dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam sikap warga yang menghargai perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bersama. Warga lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan kelompok tertentu.

 

Peran tokoh lingkungan, seperti ketua RT, juga sangat berpengaruh. Ketua RT di Palapa 7 bersikap adil dan terbuka dalam mengoordinasikan kegiatan warga. Setiap kegiatan lingkungan selalu melibatkan seluruh warga tanpa pengecualian, sehingga tidak ada kelompok yang merasa dikucilkan.

 

Jika dikaitkan dengan teori toleransi sosial, apa yang saya amati di Palapa 7 menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya berupa sikap diam atau membiarkan, tetapi juga tindakan nyata seperti membantu, menjaga ketertiban, dan bekerja sama. Meski demikian, toleransi masih perlu ditingkatkan melalui komunikasi dan interaksi yang lebih intens agar hubungan antarwarga menjadi lebih akrab.

D.    Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan saya, praktik toleransi di lingkungan Palapa 7 telah berjalan dengan cukup baik. Hal ini terlihat dari sikap saling menghormati dalam perayaan keagamaan, kerja bakti bersama, serta kepedulian antarwarga dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun dan damai.

 

Pembelajaran yang saya dapatkan adalah bahwa toleransi harus dijaga dan dipraktikkan secara terus-menerus. Toleransi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai warga lingkungan. Ke depan, saya berharap warga Palapa 7 dapat semakin memperkuat rasa kebersamaan dan membuka ruang dialog agar toleransi tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga menjadi nilai yang benar-benar hidup dalam kehidupan bermasyarakat.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS MANDIRI 01: DIAH RESTI ASTUTI E07

  Mata Kuliah:  Pendidikan Kewarganegaraan  Topik Refleksi:  Sikap sebagai Warga Negara dalam Konteks Kampus  Nama Mahasiswa:  Diah Resti Astuti NIM:  43125010204  Tanggal: 19 September 2025 Pemahaman Konsep Jelaskan secara singkat apa yang Anda pahami tentang konsep kewarganegaraan aktif dan bertanggung jawab. Contoh: Apa arti menjadi warga negara yang baik di lingkungan kampus? Jawab: Kewarganegaraan aktif dan bertanggung jawab adalah kesadaran yang tidak hanya memiliki status sebagai warga negara, melainkan berperan nyata dalam kehidupan bersama. Contoh pada saat di lingkungan kampus yaitu tampak dari sikap mahasiswa yang taat aturan, menghargai keberagaman, aktif kegiatan positif, dan menjaga fasilitas kampus. Mahasiswa yang baik juga berani dalam menyampaikan pendapat secaraa santun serta ikut menciptakan suasana belajar yang kondusif. Oleh karena itu, menjadi warga negara yang baik di kampus bukan hanya berprestasi dalam. Pengala...

TUGAS TERSTRUKTUR 01 : DIAH RESTI ASTUTI E07

  MENANAMKAN NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MAHASISWA   Diah Resti Astuti NIM: 43125010204   Abstrak Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa harus diinternalisasi dalam diri mahasiswa melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Di era digital dan globalisasi, mahasiswa menghadapi tantangan serius seperti krisis identitas, hoaks, dan pengaruh budaya asing. PKn di perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai mata kuliah wajib, tetapi juga sarana strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang demokratis, kritis, toleran, dan berjiwa kebangsaan. Agar efektif, PKn perlu dikembangkan dengan kurikulum relevan, metode kreatif, bahan ajar kontekstual, dosen kompeten, serta dukungan institusi dan regulasi pemerintah. Dengan langkah tersebut, nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar dihidupkan dalam sikap dan tindakan mahasiswa, sehingga melahirkan generasi cerdas sekaligus berkarakter kuat. Kata Kunci: Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, karakter...

TUGAS MANDIRI 02 : DIAH RESTI ASTUTI E07

    Studi Pustaka tentang Sistem Pemerintahan Berdasarkan UUD 1945 dan Literatur Ilmiah Diah Resti Astuti E07 PENDAHULUAN Latar Belakang Sistem pemerintahan di Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga kini terus mengalami perubahan. UUD 1945 berfungsi sebagai dasar utama dalam mengatur interaksi antar lembaga negara, distribusi kekuasaan, serta pelaksanaan kedaulatan rakyat. Walaupun secara teori Indonesia menganut sistem presidensial, praktik pemerintahan tetap memperlihatkan unsur parlementer, yang mengakibatkan perdebatan tentang konsistensi pelaksanaannya. Amandemen UUD 1945 antara tahun 1999–2002 menghadirkan perubahan besar bagi sistem pemerintahan, khususnya dengan peningkatan peran DPR, pembatasan periode jabatannya presiden, serta penguatan prinsip checks and balances . Transformasi ini tidak hanya menyesuaikan tata pemerintahan dengan kemajuan politik, tetapi juga mendorong terciptanya mekanisme demokrasi yang lebih transparan. Sebaliknya, penerapan asas demokrasi dan...