Analisis Strategis Wawasan Nusantara dalam Pengelolaan Keberagaman Budaya dan Tantangan Dunia Global
Nama:
Diah Resti Astuti
NIM:
43125010204
Mata
Kuliah: Kewarganegaraan
1.
Pendahuluan
Wawasan
Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya
dengan menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan. Konsep ini menjadi pedoman
bagi bangsa Indonesia dalam menyikapi berbagai perubahan, baik dari dalam
maupun luar negeri. Saat ini, Indonesia menghadapi dua isu penting: pertama,
globalisasi yang membawa arus informasi, budaya, dan ekonomi dari seluruh
dunia; kedua, keberagaman budaya Indonesia yang sangat luas, mulai dari suku,
bahasa, agama, sampai adat istiadat.
Dua isu ini
bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Globalisasi bisa membuat Indonesia
berkembang lebih cepat, tetapi juga bisa membuat kita kehilangan identitas.
Sementara keberagaman budaya bisa memperkuat bangsa, tetapi juga dapat
menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, posisi esai
ini adalah bahwa Wawasan Nusantara sangat penting sebagai pegangan dalam
menghadapi globalisasi sekaligus menjaga keberagaman budaya agar menjadi
kekuatan bangsa.
2.
Bagian
I: Wawasan Nusantara dan Tantangan Globalisasi
Globalisasi
membuat dunia terasa tanpa batas. Informasi dari negara lain bisa masuk hanya
dalam hitungan detik. Produk dari berbagai negara dapat dengan mudah dibeli.
Tren budaya dari luar negeri, seperti gaya hidup, fashion, atau hiburan, sangat
cepat masuk ke Indonesia. Globalisasi membawa banyak keuntungan seperti
pengetahuan baru, teknologi, dan peluang ekonomi. Namun, globalisasi juga
membawa ancaman yang perlu diperhatikan.
Salah satu
ancaman globalisasi adalah hilangnya identitas nasional. Banyak orang lebih
mengidolakan budaya asing dibandingkan budaya Indonesia sendiri, sehingga
perlahan-lahan nilai-nilai Pancasila bisa tergerus. Selain itu, dalam bidang
ekonomi, industri lokal sering kalah saing dengan produk asing yang lebih murah
atau lebih terkenal. Jika tidak disiapkan, Indonesia bisa menjadi pasar bagi
negara lain tanpa mampu mengembangkan ekonominya sendiri.
Di sinilah
Wawasan Nusantara berperan penting. Melalui prinsip Kesatuan Politik, Wawasan
Nusantara membantu menjaga agar arah pembangunan Indonesia tetap sesuai dengan
nilai dasar bangsa seperti Pancasila dan UUD 1945. Kesatuan Politik memastikan
bahwa kebijakan negara tetap fokus pada kepentingan seluruh rakyat Indonesia,
bukan pada pengaruh dari luar yang bisa merugikan.
Kemudian,
prinsip Kesatuan Ekonomi dalam Wawasan Nusantara mendorong pemerataan
pembangunan ekonomi dari Sabang sampai Merauke. Prinsip ini menekankan bahwa
pembangunan harus berkeadilan dan berpihak pada kepentingan nasional. Dalam
menghadapi globalisasi, prinsip ini membantu Indonesia memanfaatkan peluang
global, seperti ekspor produk lokal atau kerja sama internasional, tanpa
merugikan bangsa sendiri.
Secara
pribadi, saya merasakan pentingnya Wawasan Nusantara dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya, saat melihat maraknya produk impor, saya menyadari bahwa
sebagai warga negara, saya bisa mendukung ekonomi Indonesia dengan memilih dan
mempromosikan produk lokal. Pemerintah juga telah membuat kebijakan
digitalisasi UMKM agar pelaku usaha lokal bisa bersaing secara global. Ini
menunjukkan bahwa Wawasan Nusantara tidak hanya mengatur konsep besar negara,
tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan kata
lain, Wawasan Nusantara adalah pedoman agar Indonesia tetap maju mengikuti
perkembangan global, tetapi tidak kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang
merdeka, berbudaya, dan berdaulat.
3.
Bagian
II: Wawasan Nusantara dan Kekuataan Keberagaman Budaya
Indonesia
adalah negara yang sangat beragam. Ada lebih dari 1.300 suku bangsa, ratusan
bahasa daerah, dan berbagai macam agama serta adat. Keberagaman ini adalah
kekayaan yang luar biasa. Namun, keberagaman juga bisa menjadi sumber konflik
jika tidak dikelola dengan baik. Kita sering melihat perbedaan SARA menjadi
pemicu perdebatan, bahkan perpecahan.
Wawasan
Nusantara memberikan kerangka untuk mengelola keberagaman agar menjadi
kekuatan, bukan ancaman. Melalui prinsip Kesatuan Sosial-Budaya, Wawasan
Nusantara mendorong masyarakat untuk saling menghormati, memahami perbedaan,
dan tetap bersatu walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda.
Asas-asas dalam Wawasan Nusantara
juga sangat penting untuk menjaga keharmonisan, yaitu:
a.
Asas
Solidaritas, yang mengajarkan bahwa setiap warga negara harus saling mendukung,
bukan menjatuhkan.
b.
Asas
Keadilan, yang memastikan bahwa semua kelompok diperlakukan dengan adil dan
tidak ada yang dianaktirikan.
c.
Asas
Kepentingan yang Sama, yang menegaskan bahwa meskipun kita berbeda-beda, tujuan
kita tetap sama, yaitu menjaga persatuan dan memajukan bangsa.
Jika asas-asas ini
dijalankan, keberagaman tidak akan menjadi masalah, tetapi akan menjadi modal
sosial yang kuat bagi bangsa Indonesia.
Sebagai
mahasiswa, peran kita sangat penting dalam menjaga keberagaman. Mahasiswa
dikenal sebagai agen perubahan. Itu berarti mahasiswa memiliki kekuatan untuk
membawa pengaruh positif dalam masyarakat. Di lingkungan kampus, mahasiswa
dapat menjadi penggerak kegiatan yang menghargai keberagaman, seperti diskusi
lintas budaya, kegiatan sosial antar organisasi, atau kampanye toleransi.
Selain
itu, mahasiswa harus menjadi contoh dalam penggunaan media sosial. Saat ini,
banyak konflik muncul karena berita palsu atau ujaran kebencian. Mahasiswa
dapat menjadi pelopor untuk menyebarkan informasi positif, edukatif, dan yang
memperkuat persatuan bangsa. Tindakan sederhana seperti menghargai perbedaan
pendapat, tidak menyebarkan provokasi, dan mengajak teman-teman berdiskusi
secara sehat adalah bagian dari pengamalan Wawasan Nusantara.
Dengan
demikian, Wawasan Nusantara bukan hanya konsep geopolitik, tetapi juga nilai
kehidupan yang harus diterapkan agar Indonesia tetap damai, bersatu, dan kuat.
4.
Penutup
Dari
pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Wawasan Nusantara sangat penting
dalam menghadapi globalisasi dan mengelola keberagaman budaya Indonesia.
Globalisasi membawa banyak peluang, tetapi juga ancaman yang bisa menggerus
identitas bangsa. Dengan penerapan Wawasan Nusantara, Indonesia dapat
memanfaatkan globalisasi secara positif sambil menjaga nilai-nilai nasional. Di
sisi lain, keberagaman budaya Indonesia yang sangat luas dapat menjadi kekuatan
jika dikelola dengan baik melalui prinsip dan asas dalam Wawasan Nusantara.
Ke depan,
Wawasan Nusantara tetap relevan bahkan semakin penting karena tantangan dunia
semakin kompleks. Sebagai mahasiswa, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk
menerapkan Wawasan Nusantara dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam
menjaga toleransi, menghargai perbedaan, dan berkontribusi dalam menciptakan
lingkungan yang harmonis.
Wawasan
Nusantara bukan hanya konsep dalam buku pelajaran, tetapi pedoman hidup untuk
membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, kuat, dan tetap bersatu dalam
keberagaman.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pertahanan Republik
Indonesia. (2014). Wawasan Nusantara dalam Konteks Ketahanan Nasional.
Kementerian Pertahanan RI.
Hidayat, R. (2020). Geopolitik
Indonesia dan Tantangan Globalisasi. Pustaka Pelajar.
Soeprapto, M. (2018). Wawasan
Nusantara sebagai dasar integrasi nasional. Jurnal Ketahanan Nasional,
24(2), 112–125.
Komentar
Posting Komentar